Kumpulan Puisi Rhe

Cerita dari hati

Maaf April 1, 2017

Filed under: Uncategorized — rheifania @ 1:13 pm

Ketika semua terasa menjauh…

Hati ini seperti hancur tak berbentuk.

Dan harapan seperti terombang ambing…

Oleh Rasa kecewa yang tergoreskan.

 

Aku memang bukan manusia sempurna…

Yang tak pernah lepas Dari Salah.

Aku memang bukan manusia sempurna….

Yang seperti Engkau minta.

 

Maaf kan ketidaksempurnaan ini…

Maaf kan….maaf kan….

 

Biarkan Februari 28, 2017

Filed under: Uncategorized — rheifania @ 12:10 am

Kan Ku simpan tangisku….

Di dalam hati ini.

Kan Ku simpan sakit Ku….

Di dalam hati ini.

 

Entah seberapa besar ruang di hati ini…

Entah cukup atau tidak….

Tapi tetap akan Ku simpan sendiri…

 

Biarkan semua orang hanya tau satu…

Aku baik baik saja….Aku tidak apa apa…

Biarkan semua hanya melihat tawaku…

Biarkan Ku simpan sendiri….

Di dalam hatiku.

 

Tulungagung, 28 February 2017

By rhe

 

 

 

Dia tetap ada di hatiku November 15, 2016

Filed under: Uncategorized — rheifania @ 7:12 am

Waktu yang terlah berlalu

Ternyata tak mampu menghapus rasa ini

Meski aku sudah mencoba segala cara

Ternyata kerapuhan ini masihlah tetap sama

 

Setahun hampir berlalu

Kenangan itu masih melekat di mataku

Saat senyumnya menghiasi hidupku

Saat genggaman tangannya menguatkan aku

 

Setahun hampir berlalu

Tapi dia tetap hidup dalam nafasku

Dengan segala mimpi yang kini ku genggam

Dia akan tetap hidup….selalu hidup

 

Tulungagung, 15 November 2016

By RHE

 

Titip Rindu

Filed under: Uncategorized — rheifania @ 6:24 am

Saat hujan datang…

Ku pandang jauh di antara rintik air yang turun.

Dan ku bisikan satu salam rindu.

Untuk kalian yang berada jauh di sana.

 

Kenangan tentang kebersamaan.

Berbagi canda dan tawa di tengah keriuhan ibu kota.

Mengukir indah tentang kisah persahabatan.

Yang tak pernah mengenal perbedaan.

 

Aku masih memandang hujan itu.

Dan terus menitipkan salam rindu.

Kepada pelangi pelangiku…

 

Tulungagung, 15 november 2016

By Rhe

 

Salam Perpisahan

Filed under: Puisi — rheifania @ 6:12 am

Ketika Pagi menyapa kita

Dengan meninggalkan syahdunya malam

Dia memberikan satu pertanda

Bahwa waktu yang berlalu meninggalkan kenangan

Bahwa waktu yang berlalu mendatangkan awal yang baru

 

Mungkin…

Aku memang tidak bisa memutar sang waktu

Mengembalikan segala keindahan dulu

Tapi bersama rentang waktu itu

Ingin ku ukir satu cerita indah

Tentang kebersamaan…tentang keindahaan dan tentang kedewasaan

 

Dan sebelum rentang waktu meninggalkanku

Akan ku untai bait bait rindu

Dan ku rangkai dengan seutas asa dan doa

Semoga pertalian ini tak kan pernah sirna

Meski kita tak lagi bersama

 

Dan sebelum rentang waktu meninggalkanku

Maafkan atas segala khilafku

Yang mungkin membuat membuatmu terluka

Dan semoga di suatu tempat…di lain waktu

Saat kita kembali bertemu

kita bisa mengulang keindahan ini

 

Jakarta, 26 JUli 2016

BY Rhe

 

“BARU BISA UPLOAD HARI INI”

 

Juli 26, 2016

Filed under: Uncategorized — rheifania @ 5:36 am

Ketika aku bilang aku tidak rindu…

Aku pun membohongi hatiku.

Nyatanya aku rindu…rindu sekali…

Ingin memelukmu dalam dekapanku.

 

Ketika aku bilang aku bisa melupakannya…

Sekali lagi aku membohongi hatiku.

Nyatanya kenangan itu selalu di mataku…

Senyumnya selalu membuatku nelangsa.

 

Ketika aku tertawa di depan semuanya…

Akupun membohongi hatiku lagi.

Nyatanya hatiku menangis pilu…

Tak bisa melupakan luka itu

 

Karena aku hanya manusia bisa,….

Bukannya mau melawan takdir-Nya

Aku hanya memastikan sakit itu ada.

Karena adanya sakit itu…

Da nyata di depanku….

Dia benar benar pernah menjadi milikku

Milikku yang belum sempat ku rengkuh.

 

Jakarta, 25 Juni 2016

By Rhe

For my prince.

 

 

 

Sampai jumpa kawanku… Juni 23, 2016

Filed under: Uncategorized — rheifania @ 7:54 am

Perih memang ku akui…

Saat aku harus melangkah pergi.

Sedangkan hati ini telah lama bertaut…

Sedangkan rasa ini telah lama tertanam.

 

Sakit memang ku akui…

Saat aku harus mengakhiri.

Semua yang telah terbina selama ini…

Semua yang telah terpatri dalam hati.

 

Namun aku hanya manusia biasa…

Ketika Tuhan mengatakan waktunya berpisah.

Aku hanya bisa berpasrah

Dan Akan selalu ku kenang

Indahnya pertemuan dan kebersamaan ini…

 

Dan ketika Tuhan mengatakan waktunya berpisah…

Kan ku hapus air mata….dan berkata…

Sampai jumpa kawanku….Semoga di suatu waktu…

Kita bisa kembali bertemu….

Dan semoga setelah kepergianku…

Kesuksesan selalu menyertaimu…menyertaiku,,,,dan menyertai kita bersama

 

Jakarta, 23 Juni 2016

By Rhe